search






Senin, 24 Oktober 2011

hotel occupency

HOTEL OCCUPANCY
Sebagai seseorang yang bekerja di dunia perhotelan kita pasti sering mendengar kata”OOCUPANCY”…kata itu sudag tidak asing lagi di telinga kita,tapi apakah kita tahu apa artinya itu.
Sedikit pengetahuan yang telah saya baca, Hotel Occupency dapat di artikan sebagai berikut:
Hotel Occupancy Merupakan suatu keadaan sampai sejauh mana jumlah kamar terjual, jika diperbandingkan dengan seluruh jumlah kamar yang mampu untuk dijual. Pengertian rasio occupancy merupakan tolok ukur keberhasilan hotel dalam menjual produk utamanya, yaitu kamar.
Night auditor biasanya mengumpulkan data-data dari “room division” dan menghitung “occupancy ratios”, sementara front office manager menganalisis informasi ini untuk mengidentifikasi “trends” (sesuatu yang sedang hangat berlangsung), “pattern” (pola tamu) atau “problems” (masalah yang dihadapi).
Hotel Occupensi juga dapat di artikan sebagai berikut:
Hotel Occupancy adalah tingkat hunian kamar dari suatu hotel yang mana data tersebut dapat digunakan sebagai alat pembanding bagi hotel itu sendiri terhadap hotel lain dalam rangka “bisnis”. Hotel Occupancy dihitung setiap hari/ per hari.

3. Perkiraan Occupancy
a. Three days forecast Occupancy
Perkiraan occupancy yang paling up to date kedekatan kebenarannya. Mencapai 95 %. Dengan diketahui three days Forecast occupancy, maka Front Office dept. dapat mengambil langkah-langkah penting seperti:
Penambahan / pengurangan tenaga
a. Blocking kamar
b. VIP preparation

b. Ten days Forecast Occupancy
Biasanya dibuat oleh:
1. Duty Manager
2. Reservation Manager


Dalam ten days Forecast, biasanya terdiri dari:
Gambar perkiraan occupancy sehari-hari termasuk:
√ kedatangan
√ keberangkatan
√ kamar yang terjual
√ jumlah tamu
Jumlah Grup
Perbandingan “Forecast sebelumnya, perhitungan jumlah kamar yang nyata dan % occupancy”.
Ten days Forecast harus sudah selesai dibuat dan dibagikan kepada semua dept pada pertengahan minggu untuk periode 10 hari berikutnya.

4. Perhitungan Average Room Rate dan Average Rate per Guest
Average Room Rate (ARR) adalah harga kamar rata-rata yang diperoleh hotel dalam penjualan kamar selama satu malam. Average Rate per Guest (ARPG) adalah harga kamar rata-rata terhadap seorang tamu hotel.
a. Total Penjualan Kamar
Total harga kamar yang diperoleh dari penjualan kamar dalam satu malam disebut juga total penjualan kamar.
b. Total Room Payable
Jumlah kamar yang terjual secara keseluruhan, tetapi yang dihitung hanya yang membayar saja.
c. Net Room Revenue
Jumalah penghasilan bersih yang diperoleh dari penjualan kamar dalam satu malam diman penghasilan tersebut merupakan hasil akhir setelah dikurangi dengan service charge dan government tax.
ARR = Net Rooms revenue
Number of room sold
ARPG = Net room revenue

Di dalam Hotel Occupency terdapat rumusan-rumusan yang sangat penting untuk mengetahui seberapa besarkah tingkat hunian suatu Hotel.diantara rumusan-rumusan itu adalah sebagai berikut:
Rumus Single Occupancy:
% Single Occupancy = Number of room sold ___ x 100 %
Number of room available

Rumus Double Occupancy:
% Double Occupancy = Number of Guest – Number of Room Occupied x 100%
Number of room Occupied
Number of Guest

2 komentar:

  1. Nice Article bro !!!..Thanks 4 sharing :D

    BalasHapus
  2. apa beda room available dengan room saleable?

    BalasHapus

berilah kritik yang membangun